Feed on
Tulisan
Komentar

Pada hari jum’at kemarin, saya dan teman-teman berkesempatan makan siang bersama di rumah makan terapung yang berlokasi di dalam kompleks Universitas Indonesia (UI) Depok.

Baru kemarin diajak, dan rasanya baru kali itu juga mencoba makan di restoran terapung. Dibawahnya terdapat kolam-kolam ikan yang terdiri dari koleksi ikan mas. Tepat di bagian belakang restoran langsung berbatasan dengan danau salam UI yang lumayan luas.

Menikmati makan siang di rumah makan ini ibarat kembali ke alam bebas, BACK TO NATURE. Suasana alam pedesaan dengan gubuk-gubuk sederhana yang terbuat dari bambu amat menyejukkan mata. Membuat kita sejenak terlepas dari beban pekerjaan di kantor / tempat kerja.

Lokasinya yang masih dekat dari Jakarta menjadi salah satu keutamaan tempat ini. Jadi kita tak perlu jauh-jauh ke daerah Bandung, Sukabumi, dan tempat-tempat lain di Provinsi Jawa Barat, cukup disini di Kota Depok. Meski dekat dengan Ibukota Jakarta, akan tetapi kota Depok masih tetap asri, apalagi di dalam kompleks UI masih terdapat banyak pohon-pohon rindang  sebagai hutan kota yang menjadi salah satu aset civitas akademika UI khususnya dan warga Depok pada umumnya.

Berikut ini adalah kumpulan foto yang berhasil saya abadikan sewatu menikmati makan siang disana, bagi anda yang ingin mencoba wisata kuliner di Rumah Makan Danau Salam UI yang dimiliki oleh Mang Engking silahkan saja berkunjung ke sana. Bila pada hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu atau libur sekolah ada baiknya bila Anda membooking terlebih dulu jauh-jauh hari. Karena pada hari-hari libur tempat ini amat ramai dikunjungi, bahkan oleh para artis dan pejabat-pejabat tinggi di negeri ini.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada Sabtu 24 Mei 2008 di Depdiknas, Jakarta meluncurkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini adalah program beasiswa yang diberikan untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang berasal dari keluarga yang anggota keluarganya belum mengenyam pendidikan tinggi.

Secara simbolis, program SKSS diluncurkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Ketua Umum BAZNAS Didin Hafidhiddin dengan para perwakilan dari
lima perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yakni, ITB, IPB, UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, dan Universitas Hasanuddin. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal. Hadir pula pada acara Wakil Ketua MPR RI A.M. Fatwa.

Pada tahap pertama program SKSS akan memberikan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa di 13 PTN. Mahasiswa penerima beasiswa akan dibiayai kuliahnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan uang saku dan pendampingan sejak semester I sampai dengan VIII. Setelah lulus, mereka akan menjalani ikatan dinas selama dua tahun di daerah asalnya.

Fasli mengatakan, dengan semakin banyaknya lembaga-lembaga yang membantu menyalurkan zakat maka masyarakat akan punya lebih banyak pilihan. “Tujuan akhirnya makin banyak bantuan kepada dunia pendidikan, sehingga anak-anak bangsa yang potensial secara akademik tetapi kurang mampu secara ekonomi bisa dibantu mendapatkan akses seluas-luasnya untuk pendidikan tinggi,” katanya.

Didin menyampaikan, dengan pemberian beasiswa akan memberikan motivasi dan dorongan yang kuat bagi para mahasiswa itu sendiri maupun juga bagi masyarakat muzaki. “Kita berharap dengan langkah konkrit pemberian beasiswa ini, muzaki yang akan memberikan dana zakatnya melalui BAZNAS akan bertambah karena mereka melihat bahwa persoalan pendidikan adalah persoalan kita semua,” ujarnya.

Adapun perguruan tinggi yang menjalin kerjasama melalui program SKSS ini yakni, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanuddin, Universitas Mataram, dan Universitas Cendrawasih.

Pada kesempatan yang sama, diresmikan juga program “Gerakan Infak Sejuta Buku”. Peresmian program ditandai dengan penandatanganan MoU antara Ketua Umum BAZNAS Didin Hafidhiddin dengan para perwakilan dari penerbit Balai Pustaka, Mizan, Serambi, dan Al-Kautsar.Program yang mengusung semangat berbagi buku dengan masyarakat di daerah terpencil ini dilakukan untuk mendukung berbagai program perpustakaan BAZNAS. Program-program tersebut adalah program motor pintar, mobil pintar, pojok pintar, rumah pintar, dan kapal pintar.***

Sumber: Pers Depdiknas

Informasi untuk Anda !

Tahun ini Departemen Keuangan membuka penerimaan pegawai baru secara besar-besaran. Tidak kurang lebih dari 1000 formasi tersedia, dari mulai jenjang Strata 1 (S1) hingga Strata 2 (S2).

Persyaratan khusus untuk dapat mengikuti proses seleksi :

  1. Mempunyai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3.0 dalam skala 4 bagi lulusan Sarjana (S1) dan 3,25 dalam skala 4 bagi lulusan Pasca Sarjana (S2);
  2. Umur pada tanggal 30 Juni 2008, tidak lebih dari 27 tahun bagi pelamar lulusan S1 non Akuntan (batas tanggal lahir 30 Juni 1981 dan setelahnya), dan 30 tahun bagi pelamar lulusan S1 Akuntan Beregister dan lulusan S2 (batas tanggal lahir 30 Juni 1978 dan setelahnya).

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kualifikasi pendidikan yang harus dipenuhi dan informasi lainnya dapat mendownload di sini.

Web link :
http://www.depkeu.go.id/ind/Data/Pengumuman/pengumuman_ppns_2008.htm

Pendaftaran online :
http://www.ppns.depkeu.go.id/Form_Pendaftaran.asp

Sudah banyak yang mengetahui bahwa di internet kita bisa menemukan web-web yang menyediakan space untuk media penyimpanan online. contohnya ziddu.com, divshare.com dan banyak lagi yang lainnya.

Bahkan dengan menggunakan media penyimpanan ziddu, selain kita dapat menyimpan data-data kita juga berpeluang mendapatkan uang (earning money). Semakin banyak yang mendownload file kita, dan juga semakin banyak yang menjadi anggota lewat perantara kita, maka pemasukan uang untuk kita akan bertambah.

Akan tetapi adakalanya, menyimpan data lewat media penyimpanan online seperti pada web-web di atas, kita sering mengalami kesulitan untuk mendownload pada waktu-waktu tertentu. Ditambah lagi dengan banyaknya verifikasi yang harus dilakukan sebelum dapat mendownload sebuah file.

Hal ini membuat sebagian orang enggan untuk mendownload lewat media penyimpanan online tersebut. Sebagai contoh ketika saya melakukan upload file di web ziddu, banyak teman-teman saya yang mengeluhkan sulitnya melakukan download file. Bisa jadi karena terlalu banyak pengakses web ziddu sehingga akses download menjadi lambat dan sulit.

Alternatifnya agar kegiatan sharing data bisa berlanjut, yaitu upload dan download. Maka kita bisa juga menyimpan file pada web hosting gratisan. Contohnya banyak, ada geocities.com, freeweb.com, freeweb7.com dan lain-lain.

Setelah melakukan pencarian informasi selama beberapa waktu, akhirnya saya mendapatkan kabar bahwa di web barunya google, yaitu googlepages.com. Kita dapat memiliki space untuk penyimpanan web hosting gratis sebesar 100 MB. Asyiknya proses download menjadi lebih cepat dan tanpa melalui verifikasi yang berbelit-belit, sebab server google memang sudah terkenal tangguh untuk menangani permintaan download data dalam jumlah besar.

Ayo, siapa mau ikutan bergabung dengan googlepages?

Saya sudah, sekarang giliran Anda.

Older Posts »