Posted by: Kholid on: Juni 9, 2008
Pernahkah bahwa Anda mendengar kabar yang tidak enak didengar di sekitar kita ?
contohnya seperti desas-desus tentang berbagai bentuk penipuan dalam keseharian kita,
Mungkin sudah sering kita mendengarnya, seringkali kita juga menganggap hal itu adalah hal yang biasa
Dari mulai :
Semua bentuk penipuan itu pada akhirnya telah membuat bulu kuduk saya merinding, menjadi sumber ketakutan tersendiri. Membuat saya berfikir panjang untuk menikmati makanan, minuman di sembarang tempat. Suatu hal yang menurut saya sangat tidak nyaman sekali.
Dimanakah nilai-nilai moral masyarakat kini, untuk mendapatkan beberapa lembar uang rela menyakiti orang lain disebabkan dampak yang amat buruk bagi kesehatan.
Seperti contoh minyak goreng yang dipalsukan dengan mengoplos bersama oli bekas, setelah diteliti oleh peneliti di laboratorium ITB didapatkan bahwa kadar benzena yang terdapat di dalamnya sangat tinggi. Menurut para ahli kadar benzena yang terlampau besar dapat menyebabkan resiko terkena penyakit kanker, sangat tidak baik untuk ibu-ibu yang sedang mengandung, dan mengganggu perkembangan otak anak.
Berapa banyak generasi muda yang akan rusak disebabkan makanan/minuman palsu dan merusak kesehatan, mungkin sudah tidak dapat kita prediksikan. Karena ulah segelintir kita itu sudah masuk ke areal sekitar kita, bahkan bisa jadi anak-anak kita sudah menjadi korbannya.
Rasulullah SAW telah mengajarkan, di saat berdagang hendaknya muslim dapat menjalankan prinsip muamalah yang sehat. Tidak mengurangi takaran, dan tidak menjual sesuatu yang merusak diri. Suatu ketika ketika Rasulullah SAW berjalan di sebuah pasar, beliau melihat ada penjual buah yang menaruh buah-buahan yang berkualitas buruk di bagian bawah sementara yang terbaik berada di bagian atas. Melihat hal itu Rasulullah SAW sangat marah, dan memerintahkan agar si pedagang menaruh buah-buahan yang buruk itu di bagian atas agar dapat terlihat dengan jelas oleh pembeli.
Intinya adalah bahwa Islam menghendaki kita bila menjadi pedagang, jadilah pedagang yang jujur. Janganlah menjadi pedagang yang curang, apalagi sampai mengurangi takaran/timbangan. Hal itu merupakan hal yang sangat dimurkai oleh Alloh SWT.
Indonesia yang notabene penduduk terbanyaknya adalah muslim, sampai saat ini belum dapat menjadikan nilai-nilai islam dalam keseharian hidupnya. Kita tahu berbagai bentuk penipuan tidak diajarkan dalam agama islam, akan tetapi kenapa yang melakukan segala kenistaan itu semua lebih banyak dari ummat islam.
Dimanakan nilai-nilai kepedulian itu ?
Ya Alloh, sampai kapan kah ummat ini terus terjerumus dalam kenistaan. Bila kah datangnya masa dimana kedamaian ada di sekitar kita, merasa aman, hak masing-masing pribadi terlindungi, dan hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya.
Wallahu a’lam bisshowaab.
Juli 6, 2008 pada 12:40 pm
Assalamu alaikum…
Ups….Akhirnya ketemu juga. Dah di searching ma paman google nih. Yup, kita tukeran link yuk….
wanna find my blog? keyword : badru zaman
http://badru-zaman.blogspot.com (Indonesian Language)–>Tentang Komputer
http://badru-zamanabout.blogspot.com (English Language)–>Tentang Hotspot
Ok…dech kapan2 aq silaturahmi lagi..
Wassalamu alaikum