Posted by: Kholid on: Mei 8, 2009
Oh Tuhan, seandainya telah Kau catatkan
Dia milikku, tercipta untuk diriku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan
Ya Allah, ku mohon
Apa yang telah Kau takdirkan
Ku harap dia adalah yang terbaik buatku
Kerana Engkau tahu segala isi hatiku
Pelihara daku dari kemurkaan-Mu
Ya Tuhanku, yang Maha Pemurah
Beri kekuatan jua harapan
Membina diri yang lesu tak bermaya
Semaikan setulus kasih di jiwa
Ku pasrah kepadaMu
Kurniakanlah aku
Pasangan yang beriman
Bisa menemani aku
Supaya ku dan dia
Dapat melayar bahtera
Ke muara cinta yang Engkau redhai…. Yaa Alloh..
Ya Tuhanku, yang Maha Pengasih
Engkau sahaja pemeliharaku
Dengarkan rintihan hambaMu ini
Jangan Engkau biarkan ku sendiri
Agarku bisa bahagia
Walau tanpa bersamanya
Gantikanlah yang hilang
Tumbuhkan yang telah patah
Ku inginkan bahagia
Di dunia dan akhirat
PadaMu Tuhan ku mohon segala
*) Doa Seorang Kekasih by In Team
Posted by: Kholid on: April 30, 2009
Ada pepatah yang mengatakan bahwa:
Kejarlah ilmu walau ke negeri China
Bro… ngapain nyari ilmu ampe ke negeri China, kan dari rumah aja juga bisa koq. Hehe…
Sekali lagi pepatah itu kan berlaku sebelum ada internet. Kita tahu sekarang ini bahwa internet sudah merajalela hampir ke sulurh aspek kehidupan, mau belanja gunakan ecommerce, mau komunikasi murah gunakan social networking, atau chatt, lalu jika mau belajar, ya gunakan aja e-learning.
Apaan tuh E-learning?
Menurut pengertian wikipedia, e-learning disebut juga dengan sistem pembelajaran elektronik adalah: cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
Saran saya, manfaatkanlah metode pembelajaran online lewat website E-Learning. Bila kita menjelajahi internet, kita dapat dengan mudah mencari bermacam-macam situs pembelajaran online. Ya.. tak cuma satu, bisa puluhan, ratusan, bahkan ribuan. Dengan memanfaatkan website E-learning bro dan sis dapat mempelajari ilmu pengetahuan yang ingin dikuasai seluas-luasnya. Syaratnya mudah, yaitu manfaatkanlah akses internet yang Anda miliki.
Usahakan kita memanfaatkan akses internet yang dimiliki untuk keperluan yang baik-baik, untuk belajar memperdalam skill khusus yang kita miliki. Sayang kalau digunakan hanya untuk mencari hiburan semata, toh hiburan itu tidak akan bermanfaat untuk pengembangan diri jika dilakukan secara berlebihan.
Berikut ini saya hadirkan untuk Anda, beberapa alamat website E-learning yang selama ini telah menjadi acuan bagi saya untuk memperdalam pengetahuan saya di bidang IT. Walaupun jumlahnya hanya lima, akan tetapi material yang terdapat dalam website-website yang saya tampilkan di bawah ini cukup komplit untuk mengurangi dahaga kita akan pengetahuan.
So.. segera meluncur ke lokasi ya… ingat.. ingat, belajar jangan tunda-tunda lagi.
5 (lima) situs E-learning GRATIS terbaik yang bermanfaat untuk Anda:
1. http://www.ilmukomputer.com
Website ini telah dikenal banyak oleh para pelajar, mahasiswa, akademisi dan siapa saja yang tertarik mempelajari ilmu komputer secara mandiri. Dalam komunitas ini para anggotanya saling membagi pengetahuan yang dimiliki untuk kemajuan pengetahuan di Indonesia. Maju terus komunitas IlmuKomputer[dot]Com !.
2. http://ocw.gunadarma.ac.id/course
UG OpenCourseWare merupakan website pembelajaran gratis dan terbuka untuk kalangan akademisi, mahasiswa, dan para pelajar mandiri di seluruh dunia yang disediakan oleh Universitas Gunadarma. Materi kuliah yang tersedia disini sebagian besar merupakan modul kuliah yang menjadi acuan bagi para mahasiswa di Universitas Gunadarma.
3. Website E-Learning (DEPKOMINFO)
Website ini dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Komunikasi dan Informatika. Biasa dimanfaatkan oleh para pegawai DEPKOMINFO untuk memperdalam pengetahuan komputer mereka. Meski begitu web ini dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki minat memperdalam informasi.
4. http://university.romisatriawahono.net
Universitas maya yang satu ini dikelola oleh Bapak Romi, beliau adalah pakar telematika yang juga merupakan pendiri komunitas IlmuKomputer[dot]Com. Dalam website ini Anda dapat menemui bahan-bahan kuliah yang ia ajarkan kepada para mahasiswanya di berbagai kampus. Untuk memanfaatkan bahan-bahan kuliah yang tersedia, Anda mesti melakukan proses registrasi terlebih dahulu.
5. http://bse.depdiknas.go.id/
Web yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional yang satu ini juga saya masukkan nih sebagai bagian dari penyedia E-learning. Sebabnya adalah melalui web ini siswa-siswa tingkat SD hingga SLTA (SMU/SMK) tak perlu lagi membeli buku-buku pelajaran yang mahal, cukup download saja. karena urusan copyright (lisensi) sudah merupakan urusan pemerintah.
Best regards, Kholid Fahrudin
Semoga bermanfaat buat bro.. sis.. n kawan-kawan semua.
Posted by: Kholid on: April 16, 2009

Gambar diatas memperlihatkan alur bagaimana data yang diisikan pada formulir C1-IT di KPUD Kabupaten dapat ditayangkan pada tabulasi nasional. Pertama-tama formulir C1-IT yang telah diisi akan dipindah (scan).
Citra hasil pemindaian tersebut akan dibubuhkan watermark, sehingga terjamin otentisitasnya. Maksudnya, setiap ada upaya ilegal untuk mengubah citra tsb. akan selalu diketahui, sehingga citra tersebut kelak dapat menjadi bukti hukum yang sah apabila ada masalah timbul di belakang hari. Setiap formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar, sehingga total diperoleh 8 buah citra.
Selanjutnya citra hasil pemindaian tersebut akan dibaca oleh ICR, dikonversikan menjadi simbol angka berupa kode ASCII. Hasil baca ini selanjutnya diverifikasi oleh operator. Apabila ada kesalahan baca, operator akan memperbaiki kesalahan tersebut. Setiap modifikasi yang dilakukan akan selalu tercatat dalam sebuah log file. Setelah error tidak ditemukan lagi, file disimpan pada struktur direktori tertentu. Keseluruhan file tsb. saat disimpan telah dalam kondisi terenkripsikan (tersandikan) sehingga isinya tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak diinginkan.
File elektronik ini selanjutnya dikirimkan ke pusat lewat jaringan khusus yang disebut VPN (Virtual Private Network). Karena pengiriman ini lewat VPN, bukan lewat jaringan internet biasa, diharapkan akan handal terhadap upaya vandalisme terhadap data tsb.
Setelah sampai di Data Center KPU Pusat, file tersebut akan diekstrak, didekripsikan, validasi dan diperiksa otentisitasnya, baru kemudian dikelola dalam pusat penyimpanan data. Data inilah yang kemudian ditayangkan di internet, sehingga proses perhitungan suara dapat dipantau secara transparan oleh semua pihak.
Sumber : IT Pemilu 2009
Posted by: Kholid on: April 16, 2009
Ada hal baru yang diterapkan dalam sistem TI KPU pada PEMILU Tahun 2009 ini, yaitu penerapan teknologi ICR (Intelligent Character Recognition).
Apa sih ICR itu, yuk mari kita bahas sama-sama.
1. Apakah ICR itu ?

ICR adalah singkatan Intelligent Character Recognition, yaitu sistem ”cerdas” yang mampu mengenali tulisan tangan dan menterjemahkannya kedalam kode atau simbol digital yang ”dimengerti” (diedit, disimpan) oleh komputer. Sebuah piranti lunak ICR pada prinsipnya terdiri dari 4 bagian: preprocessing, character segmentation, character recognition dan post processing, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1 [1].

Gambar 1 Alur proses dalam sebuah sistem ICR
1. Preprocessing
Bagian pertama mengimplementasikan berbagai teknik dalam pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas gambar agar mudah diolah oleh tahap berikutnya. Proses itu antara lain thresholding, konversi gray-scale ke binary black-white, noise removal, dsb.
2. Character segmentation
Bagian ini bertugas menganalisa sebuah citra text hasil scanning, menemukan lokasi text dan mengekstrak huruf per huruf untuk diolah pada tahap character recognition.
3. Character recognition
Bagian ini terdiri dari feature extraction dan classification. Feature extraction bertugas menemukan informasi signifikan dari citra sebuah huruf dan merepresentasikannya dalam vektor fitur (feature vector). Vektor ini kemudian diolah oleh classifier untuk menentukan kategori (jenis huruf). Berbagai metode classifier telah dikembangkan dalam bidang pengenalan pola (pattern recognition) sejak puluhan tahun yang lalu. Antara lain artificial neural network (jaringan saraf tiruan), support vector machine (SVM), maupun metode statistika yang lain.
4. Post processing
Bagian terakhir melakukan evaluasi terakhir untuk melakukan koreksi otomatis sekiranya terjadi kesalahan dalam pengenalan huruf yang dilakukan pada tahap 3.
Dari sisi teknologi, sebenarnya ICR bukanlah hal yang baru. Riset mengenai character recognition telah berpuluh tahun digali di dunia komputasi, khususnya pattern recognition (pengenalan pola) dan image processing (pengolahan citra). Bagi peneliti pattern recognition, masalah character recognition seolah menjadi masalah klasik untuk mencoba berbagai metode feature extraction maupun classifier yang mereka kembangkan. Teknologi ini dapat dikatakan telah mencapai maturity, dimana umumnya penelitian telah dapat menekan rasio error hingga kurang dari 1% (akurasi 99%). Di sisi industri, teknologi ICR telah diimplementasikan dalam berbagai produk komersial. Misalnya untuk membaca alamat pos yang diimplementasikan di United States Postal Service (USPS). Bank check recognition, dan facsimile produksi Sanyo yang mampu membaca tulisan tangan nomer facsimile, dan langsung men-dial secara otomatis ke tujuan. Dapat dikatakan bahwa teknologi ini telah matang dan potensi aplikasinya sangat tinggi.
2. Kelebihan dan Kelemahan ICR
Tiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan ICR terhadap berbagai metode lain dalam data entry seperti OMR (Optical Mark Recognition) misalnya, terletak pada kemampuannya
Mempermudah di sini dimaksudkan lebih mudah bagi seseorang untuk menuliskan sebuah angka dengan baik, dibandingkan mengisi form OMR dengan mencontreng atau menghitamkan sebuah pilihan dari berbagai pilihan yang tersedia, sebagaimana saat ujian nasional, UMPTN, dsb. Apalagi dengan mempertimbangkan stamina dan kondisi petugas lapangan yang mungkin dalam kondisi lelah saat mengisi formulir. Dari sisi efisiensi, biaya pengadaan kertas dapat ditekan jauh menjadi lebih murah. Pada pemilu kali ini, formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar yang memuat isian untuk seluruh parpol. Apabila memakai formulir khusus OMR, banyaknya halaman akan sesuai dengan jumlah parpol, karena data 1 parpol memerlukan 1 halaman OMR. Misalnya jumlah parpol 38, maka diperlukan 38 halaman [8]. Namun demikian, bukan berarti ICR bebas resiko. Apabila akurasi ICR terlalu rendah, preprocessing dan segmentasinya tidak akurat, mengakibatkan beban operator untuk melakukan verifikasi menjadi berat, sehingga tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa dari sisi akurasi, OMR lebih menjanjikan daripada ICR, tetapi ICR lebih unggul dari sisi biaya pengadaan kertas maupun resiko error yang timbul karena kondisi psikis di lapangan.
Toh pada kenyataannya, sempat diberitakan pada 15 April lalu terjadi masalah pada sistem TI KPU. Terjadi lonjakan suara yang luar biasa salah seorang caleg Partai Demokrat dari Dapil II Sulawesi Selatan yang mencapai 111.226.214 juta suara, padahal total suara sah yang resmi masuk ke dapil Sulsel II baru mencapai 9.345 suara.
Hal yang aneh memang, mengapa bisa terjadi hal seperti itu. Akan tetapi hal ini sudah dijawab oleh tim TI PEMILU 2009. Silahkan baca artikel http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/15/penjelasan-masalah-icr/
Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi, mengingat pertaruhan teknologi TI yang digunakan pada Pemilu 2009, oleh karena biaya yang digunakan untuk pengadaan TI Pemilu 2009 tidaklah kecil.
Mudah-mudahan perhitungan suara benar-benar dapat diselesaikan tepat pada waktunya, yaitu tanggal 26 April – 9 Mei 2009. Sekedar informasi saja, hari ini 15-04-2009 Pukul 10.12 data yang baru masuk dalam perhitungan TI Pemilu 2009 baru mencapai sebanyak 7.841.356 dari sekitar 170 juta suara. Hal ini membuktikan bahwa proses perhitungan model TI berjalan lamban…
Last Comment