Indonesiaku, dimanakah kepedulianmu

Pernahkah bahwa Anda mendengar kabar yang tidak enak didengar di sekitar kita ?
contohnya seperti desas-desus tentang berbagai bentuk penipuan dalam keseharian kita,

Mungkin sudah sering kita mendengarnya, seringkali kita juga menganggap hal itu adalah hal yang biasa

Dari mulai :

  • Mengubah bentuk telur ayam negeri (ras) menjadi telur ayam kampung
  • Mengurangi isi tabung elpiji
  • Mencampur BBM premium, solar atau minyak tanah dengan bahan lain
  • Minuman palsu, makanan palsu, shampoo palsu, kosmetik palsu
  • Mencampur minyak goreng dengan oli bekas
  • Menjual gorengan dengan pencampuran plastik

Semua bentuk penipuan itu pada akhirnya telah membuat bulu kuduk saya merinding, menjadi sumber ketakutan tersendiri. Membuat saya berfikir panjang untuk menikmati makanan, minuman di sembarang tempat. Suatu hal yang menurut saya sangat tidak nyaman sekali.

Dimanakah nilai-nilai moral masyarakat kini, untuk mendapatkan beberapa lembar uang rela menyakiti orang lain disebabkan dampak yang amat buruk bagi kesehatan.

Seperti contoh minyak goreng yang dipalsukan dengan mengoplos bersama oli bekas, setelah diteliti oleh peneliti di laboratorium ITB didapatkan bahwa kadar benzena yang terdapat di dalamnya sangat tinggi. Menurut para ahli kadar benzena yang terlampau besar dapat menyebabkan resiko terkena penyakit kanker, sangat tidak baik untuk ibu-ibu yang sedang mengandung, dan mengganggu perkembangan otak anak.

Berapa banyak generasi muda yang akan rusak disebabkan makanan/minuman palsu dan merusak kesehatan, mungkin sudah tidak dapat kita prediksikan. Karena ulah segelintir kita itu sudah masuk ke areal sekitar kita, bahkan bisa jadi anak-anak kita sudah menjadi korbannya.

Rasulullah SAW telah mengajarkan, di saat berdagang hendaknya muslim dapat menjalankan prinsip muamalah yang sehat. Tidak mengurangi takaran, dan tidak menjual sesuatu yang merusak diri. Suatu ketika ketika Rasulullah SAW berjalan di sebuah pasar, beliau melihat ada penjual buah yang menaruh buah-buahan yang berkualitas buruk di bagian bawah sementara yang terbaik berada di bagian atas. Melihat hal itu Rasulullah SAW sangat marah, dan memerintahkan agar si pedagang menaruh buah-buahan yang buruk itu di bagian atas agar dapat terlihat dengan jelas oleh pembeli.

Intinya adalah bahwa Islam menghendaki kita bila menjadi pedagang, jadilah pedagang yang jujur. Janganlah menjadi pedagang yang curang, apalagi sampai mengurangi takaran/timbangan. Hal itu merupakan hal yang sangat dimurkai oleh Alloh SWT.

Indonesia yang notabene penduduk terbanyaknya adalah muslim, sampai saat ini belum dapat menjadikan nilai-nilai islam dalam keseharian hidupnya. Kita tahu berbagai bentuk penipuan tidak diajarkan dalam agama islam, akan tetapi kenapa yang melakukan segala kenistaan itu semua lebih banyak dari ummat islam.

Dimanakan nilai-nilai kepedulian itu ?

  • Kepedulian dengan penderitaan orang lain yang tersakiti,
  • Kepedulian dengan masa depan generasi masa depan yang terkotori,
  • Kepedulian dengan hak seseorang yang terabaikan.

Ya Alloh, sampai kapan kah ummat ini terus terjerumus dalam kenistaan. Bila kah datangnya masa dimana kedamaian ada di sekitar kita, merasa aman, hak masing-masing pribadi terlindungi, dan hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya.

Wallahu a’lam bisshowaab.

2 pemikiran pada “Indonesiaku, dimanakah kepedulianmu

  1. Assalamu alaikum…
    Ups….Akhirnya ketemu juga. Dah di searching ma paman google nih. Yup, kita tukeran link yuk….
    wanna find my blog? keyword : badru zaman
    http://badru-zaman.blogspot.com (Indonesian Language)–>Tentang Komputer
    http://badru-zamanabout.blogspot.com (English Language)–>Tentang Hotspot
    Ok…dech kapan2 aq silaturahmi lagi..ūüôā
    Wassalamu alaikum

  2. Waalaikum salam akhi,

    Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga ya blog ku ini.
    yah, blog yang sederhana, minimalis dan apa adanya.
    Bagaimanakah kabarnya sekarang?

    Mau tukeran link ma aku, wah dengan senang hati Pak Badru.

    Thanks to take a visit my blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s