Berebut menjadi PNS

Dalam triwulan terakhir di tahun 2008 ini telah banyak instansi-instansi pemerintah baik itu instansi pusat maupun daerah yang membuka penerimaan CPNS (Calon penerimaan Pegawai Negeri Sipil). Banyak juga mungkin diantara kita yang telah mencoba mengikuti test tersebut, tak sedikit pula yang mengalami kegagalan.

Yang diterima pastinya akan merasa senang bukan kepalang, karena bangga akan segera mendapatkan status baru dalam hidupnya sebagai PNS (Pegawai negeri Sipil), tetapi yang belum kebagian untung juga akan merasa pusing bukan kepalang.

Jikalau Anda merupakan Job Seeker yang tangguh, mestinya Anda tidak boleh gampang menyerah. Gagal sekali toh itu hal yang wajar, gagal dua kali juga jangan keburu menyerah jika tahun depan masih ada kesempatan.

Anggaplah bahwa test penerimaan CPNS yang Anda lalui ini adalah sebuah selingan, jangan terlalu dipaksakan saya harus lulus, saya harus diterima. Karena Anda harus ingat bahwa yang memperebutkan posisi itu bukan hanya Anda, ada banyak orang lain di sekitar Anda  yang berpikiran sama seperti Anda. Tidak hanya puluhan atau ratusan, bahkan ribuan yang menggantungkan hidupnya demi meraih posisi sebagai PNS.

Misalkan Anda kadung terlanjur bercita-cita sebagai PNS, mulai sekarang jadikanlah itu sebagai pilihan optional. Kelak jikalau garis tangan Anda memutuskan bahwa Anda nanti akan bekerja sebagai PNS, pada saatnya pasti semua itu akan Anda raih. Bahkan tak perlu bersusah payah, hanya perlu sedikit “keberuntungan”.

Berapa banyak sahabat saya yang sangat mengejar-ngejar peluang untuk menjadi PNS dengan terus mengikuti berbagai test penerimaan CPNS akhirnya kandas (tidak mampu mendapatkan keinginannya), sementara di lain pihak sahabat saya yang awalnya mengikuti test penerimaan CPNS untuk sekedar coba-coba(biasanya karena diajak teman), toh akhirnya dia lulus dan diterima sebagai PNS.

Memang faktor “Lucky” di sini amat menentukan, atau mungkin sudah ada ketentuan x yang tidak dapat kita ketahui yang memegang peranan besar. Jangan dulu beranggapan bahwa “x” di sini adalah nepotisme, sebab yang saya tahu, belakangan ini proses penerimaan CPNS telah berlangsung dengan selektif, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Seiring dengan penerapan reformasi birokrasi dan penegakan hukum di Indonesia tercinta ini. Faktor “x” itu dapat berupa ketetapan Alloh SWT bahwa yang bersangkutan memang nantinya akan bekerja sebagai PNS. (itu juga bagi yang percaya dengan yang namanya qadha dan qodar)

Nah bagi yang kebetulan baru sekali mencoba langsung lulus dan tidak perlu bersusah payah lagi untuk mendapatkan status sebagai PNS, berarti Anda sama seperti saya. Makanya saya bisa berpendapat seperti di atas, lha wong dari kecil saya sama sekali tak ada niatan untuk menjadi PNS. Hanya saja pada suatu waktu ketika saya sedang unemployee, saya diajak sama sahabat saya untuk mengikuti test di sebuah instansi di Jakarta. Tawaran tersebut tidak serta merta saya tolak, akan tetapi saya lanjuti dengan mengirimkan lamaran meski dengan seribu perasaan ragu (apakah bakalan diterima / tidak).

Beruntungnya, setelah mengikuti berbagai tahapan test, akhirnya saya termasuk diantara yang diterima sebagai CPNS di instansi tersebut, sementara teman yang mengajak saya malah tidak lulus. Tak habis pikir memang, tapi itulah sebuah ketetapan ilahi (menurut saya). Mungkin menurut sang penguasa arasy saya lebih cocok sebagai PNS dibanding teman saya, bisa jadi karena saya dinilai lebih sabar menerima ketentuan menjadi PNS (sabar dengan gaji seadanya yang akan saya terima). Hehe… (terlalu hiperbola bangat)

Bisa jadi Anda-Anda yang saat ini tidak diluluskan menjadi CPNS, nantinya akan memiliki karir yang lebih baik di perusahaan-perusahaan swasta, ataupun menjadi pengusaha yang sukses. Percayalah bahwa semua ketentuan ilahiyah pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya.

Sabar dan bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang yang sabar.

4 pemikiran pada “Berebut menjadi PNS

  1. setuju…tyt qt senasib y ms h3 alhmdlh aq jg dh working di Sekretariat Demak..kotaku tercinta,tw ga Demak??slm knal…

  2. aq kurang setuju,,,,
    karna setahu saya masih banyak yang lulus PNS di karnakan telah membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu…
    ya, mungkin kalau di daerah jakarta sih masih bersih n jujur, tapi klo di daerah lain masih di ragukan kebenarannya..

    oke. bro…

    • Mungkin perlu waktu untuk perubahan ya, seiring berjalannya Reformasi Birokrasi dan Good Governance. Sebaiknya bila menemukan birokrasi yang tidak seharusnya (tidak sesuai prosedur) dapat melaporkan ke komisi ombudssman nasional agar dapat segera ditindaklanjuti.

      Terima kasih atas informasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s