Perjalanan ke New Delhi (2)

New Delhi, 13 Februari 2010

Setelah lima hari menginjakkan kaki di negeri taj mahal ini, banyak pengalaman-pengalaman baru yang ku dapatkan, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman yang berniat mengunjungi India tepatnya kota New Delhi dalam waktu dekat.

  1. Tidak semua warga New Delhi dapat berbahasa inggris, ataukah mungkin hanya kebetulan ketika kami baru tiba di airport, kami bertemu dengan penjaga booth telepon airtel yang dapat berbahasa inggris walaupun sedikit. Kami sangat terbantu, hingga akhirnya kami dapat menghubungi pihak NIIT untuk menjemput kami di Bandara Internasional Gandhi.
  2. Warga India suka menggunakan aroma theraphy yang dapat membuat warga Asia tenggara seperti kami ini menghela napas panjang. “Wewangian” lavender seperti itu hanya kami dapatkan di dalam ruangan lobby tempat pelatihan. Toh kalau sudah di udara terbuka kami tidak merasakan “wewangian” tersebut. Hal yang lebih menggembirakan lagi adalah ruangan kamar apartment kami bebas dari aroma tersebut. Alhamdulillah…
  3. Kota New Delhi memiliki jalan-jalan utama (kalau di negeri kita biasa disebut jalan protokol) yang lebar dengan banyak pepohonan yang rindang.
  4. Sangat memprihatinkan bahwa pejalan kaki tidak mendapat tempat yang layak dalam sistem lalu lintas di New Delhi. Seringkali kami hampir terserempet kendaraan yang lalu lalang meski kami sudah berjalan lebih ke kiri.
  5. Lalu lintas di New Delhi sama dengan di Jakarta. Stir di sebelah kanan, sisi kanan pengendara akan bersebelahan dengan pemisah jalan atau pengendara dari arah berlawanan..
  6. Sangat berbahaya bila ingin mengendarai kendaraan di kota New Delhi, mobil, motor, cycle rickshaw (kalau di Jakarta bisa disebut becak) saling berebut menguasai jalan.
  7. Sewaktu kami dijemput dari bandara ke apartement tempat kami akan tinggal, kami berdua sering harus menghela nafas panjang. Sopir yang membawa taksi yang kami tumpangi berjalan kencang dalam keadaan hujan. Lalu kami menyaksikan sendiri bagaimana ia menerobos lampu merah dan tetap memaksa lewat meski banyak mobil dari arah lain yang juga hendak lewat persimpangan itu. Rasanya deg-degan sekali karena kami takut sekali bila kendaraan taksi yang kami tumpangi tertabrak kendaraan lain dari arah berlawanan. Bukan itu saja, sewaktu taksi akan berbelok, si supir menyetir terlalu kencang hingga mulut belokan yang akibatnya badan kami agak terlempar ke samping. Huh… bener-bener deh supir taksi di India, bikin kita was-was. But Alhamdulillah kami berdua selamat tiba di Apartment cabana Estate.
  8. Kendaraan di New Delhi juga sering berjalan berlawanan arah, kalau dah begitu klakson amat memegang peranan untuk keselamatan di jalan. Mungkin hanya di India aku menemui pemandangan seperti ini. Jakarta meski lalu lintasnya kadang kacau dan semrawut masih lebih baik, karena aku belum pernah melihat seringnya kendaraan berlawanan arah kecuali di India, dan yang lebih hebatnya lagi, aku melihat kendaraan yang berlawanan arah itu memposisikan kendaraannya di tengah-tengah jalan dan terpaksa membuat kendaraan lain yang berjalan di jalur semestinya mengalah ke pinggir.
  9. Meski dengan segala keunikan kota New Delhi, aku mengacungkan jempol untuk sikap pengendara di New Delhi yang tidak berteriak-teriak di jalan, karena belum pernah selama di New Delhi melihat sesama sopir saling beradu mulut atau saling berkelahi. Yang aku dengar hanya klakson yang terus dibunyikan. Weleh-weleh… kalau kejadian seperti itu terjadi di jakarta (berlawanan arah dan asal klakson) pastinya bisa berujung perang mulut dan perkelahian. Incredible India…
  10. Tips nih untuk teman2 yang berniat berjalan kaki di jalan-jalan New Delhi, harap berjalan berlawanan arah demi keselamatan. Karena dengan berjalan berlawanan arah kita dapat menghindari kendaraan yang ugal-ugalan dari arah depan. Meski kadang tips ini tidak berguna karena saking banyaknya kendaraan di New Delhi yang berjalan berlawanan arah. Wah… wah kalau sudah begini hanya ikhtiar dan doa yang dapat kita panjatkan semoga saja tidak menjadi korban lalu lintas New Delhi.
  11. Untuk menanyakan lokasi masjid di New Delhi, cobalah untuk menggunakan kata “masjid”. Bagi warga terpelajar yang mengerti bahasa inggris tentu mereka akan dengan mudah menunjukkan kepada kita bila kita menanyakan “where is the mosque near here? Mosque is moslem’s place to pray”. Tetapi bagi warga yang tidak mengerti bahasa inggris, kamu akan dibuat pusing. Kejadian ini kami rasakan ketika kami berniat sholat jumat di sekitar area Indirapuram, gaziabad dekat aditya mall. Kami meminta untuk diantar ke “mosque” di shiera riviera pada penarik cycle rickshaw, eh malah kami diturunkan di depan pasar shiera riviera. Setelah kami menanyakan kepada pria rapih dan berdasi (perkiraan kami pastinya orang tersebut mengerti bahasa inggris), untunglah perkiraan kami benar, pria itu dapat berbahasa inggris dan ia menyebut kata “masjid” pada si penarik becak, Si penarik becak langsung paham “ohh” dan langsung membawa kami ke jama masjid. Jama Masjid setahu saya ada di kota Old Delhi, jangan-jangan semua masjid yang digunakan untuk sholat jumat dapat disebut jama masjid. Entahlah, kita masih mencari tahu hal itu.

6 pemikiran pada “Perjalanan ke New Delhi (2)

  1. hati-hati ya disana, trus mo dijemput ga dari bandara?

  2. mau nanya nih pak…kira2 berapa biaya yg dikeluarkan ke new delhi ubtuk kunjungn selama seminggu??saya berencana ke sana dlm waktu dkt??

    • Sebenarnya untuk perjalanan saya ke New Delhi semuanya ditanggung oleh Sekretariat Colombo Plan, karena maksud kunjungan saya ke sana adalah menghadiri undangan kursus IT yang mereka adakan.

      Menurut saya biaya akomodasi di sana cukup murah, banyak pilihan hotel yang bisa ditempati, begitu juga dengan biaya-biaya lain, menurut saya relatif terjangkau.

      Semoga betah ya mbak disana… hati-hati karena banyak pengemis dimana-mana.

  3. assl mas kholid
    saya tilan,wah kebetulan sekali, saya tahun depan 2011 juga rencanya ingin mengikuti training di New Delhi yang diadakan NIIT (colombo plan juga) bisa ngga saya share ttg pengalaman n persiapan apa aja untuk mengikuti training tersebut.makasih ya sebelumnya

    • Wah selamat ya mas atas beasiswanya, semoga ilmu yang diraih bermanfaat..

      Hal yang harus disiapkan bila berangkat kesana bulan Februari-Maret.. disana sedang peralihan musim dingin ke musim panas, so jangan lupa nyiapin baju hangat dan lotion (udara dingin bisa membuat gatal-gatal bagi yang belum terbiasa). Jika ada hal lain yang ingin ditanyakan silahkan ya.. jangan sungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s