Kenangan saat shopping di India

Sedikit flash back aja, mengenang kenangan sewaktu masih tinggal di India beberapa waktu lalu. Karena kenangan itu tak boleh dimusnahkan, dan harus diusahakan bagaimana caranya agar dapat terus diingat sepanjang masa dan sepanjang jalan.. Lho..

Pada hari sabtu, tanggal 13 Februari 2010 lalu, kami berdua memutuskan untuk jalan-jalan ke Shipra Mall. Kami berangkat kesana dengan berjalan kaki. Lumayan jauh juga jaraknya, mungkin sekitar 2 km dari tempat kami tinggal. Sepanjang perjalanan kami menyaksikan pemandangan banyaknya pengemis, anjing-anjing liar, hingga pekerja wanita yang bekerja keras mengangkat batu-batu untuk pembangunan trotoar jalan. Sungguh miris juga melihatnya, melihat wanita menjadi pekerja kasar seperti itu. Pemandangan lain adalah banyaknya tuna wisma yang memenuhi sisi jalan, padahal pemandangan ini amat kontras dengan banyaknya permukiman elit berupa apartemen-apartemen kelas menengah di sekitar mall.

Dalam perjalanan kami sempat dimintakan uang oleh seorang pengemis wanita tua, padahal kami baru saja keluar dari gerbang apartemen kami. Dengan meminta maaf, kami pun berlalu melewati pengemis itu, kami takut sekiranya kami memberikan uang ke pengemis tersebut maka kami akan dikerubungi oleh para pengemis lain. Oleh karena itu, alasan yang tepat bukanlah karena kami pelit, melainkan untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kami lalu berjalan dari Cabana Estate (lokasi dimana kami tinggal) melewati windsor park lalu berbelok ke kanan menuju highway. Ada deretan rumah makan dengan meja-meja yang tersusun di luar, dan cukup ramai juga dengan banyak warga yang sedang menikmati makanannya. Sepanjang perjalanan kami melihat jalan-jalan yang kotor berdebu, trotoar yang dijadikan tempat tinggal para tuna wisma, atau dijadikan tempat parkir. Masih lebih baik Jakarta deh kalau seumpama dibandingkan. Jalan-jalan di Jakarta dengan segala kekurangannya masih memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.

Setelah berjalan 15 menit akhirnya kami tiba di Shipra Mall, kalau bisa kami umpamakan, besarnya seperti Mall Mega Glodok Kemayoran di Kemayoran, Jakarta Pusat, sisi-sisinya dipenuhi pemandangan apartemen. Menurut pengelola Shipra Mall, mall tersebut adalah mall terbesar di Utara India. Wah kalau dibandingkan dengan Jakarta, Jakarta masih memiliki mall yang lebih besar dibanding Shipra Mall yaitu Mangga Dua Square dan mall-mall lain yang berukuran lebih besar.

Shipra Mall

Masuk ke dalam Mall, kami dapat melihat warga India kelas menengah atas. Mereka dapat dibedakan dengan pakaian yang bagus dan tubuh yang terawat. Amat berbeda dengan warga kelas bawah yang kami temui di jalan-jalan menuju mall.

Di dalam mall terdapat KFC (Kentuck Fried Chicken), kami pun melihat-lihat harga fried chicken  disini. Kami mendapatkan gambar yang yang menunjukkan bahwa harga 3 potong ayam berukuran mini sebesar 35 rs. Harga tersebut kalau dirupiahkan adalah 7000 rupiah (1 rupee : 200 rupiah). Seteah berfiikir-fikir, kami akhirnya tidak memutuskan untuk makan di restoran ini, karena kami meragukan kehalalannya. Selain KFC juga terdapat McDonald, tapi kami tidak sampai melihat berapa harga makanan yang dijual di restoran itu.

Ada yang membuat penasaran kami di dalam mall ini, yaitu mencari tahu berapa harga pakaian khas India (sari). Kami masuk ke salah satu butik dan mendapati bahwa sari yang terdapat dalam toko tersebut harganya mencapai 7500 rs, ada juga yang harganya diantara 3000 rs, dan untuk harga yang lebih murah lagi kami tidak menemukannya. Kalau harga sari sebesar itu, kami pun jadi berfikir dua kali untuk membelinya, terlalu besar dibandingkan allowance yang kami terima.

Setelah lama berkeliling, kami menemukan supermarket Food Bazaar yang berlokasi satu lantai dibawah lantai dasar. Di supermarket ini kami membeli beras sebanyak 5 kg dengan harga 199 rs, roti tawar seharga 16 rs, pop corn seharga 35 rs, dan selai rasa anggur untuk menemani roti seharga 29 rs. Total belanja kami sebesar 279 rs.

Setelah puas belanja kebutuhan yang diperlukan, kami pun kembali ke apartement dengan menaiki becak khas India. Tawar menawar pun dilakukan, si penarik becak meminta tarif 20 rupee, sedangkan kami menawar 15 rupee untuk diantar ke windsor park. Kami dan si penarik becak pun akhirnya sepakat dengan tarif sebesar 15 rupee, itu pun dengan tanpa banyak penawaran lagi karena security mall melakukan tindakan pengusiran pada para penarik becak yang berjajar di depan mall. Sempat terjadi tawar-menawar kembali ketika kami akan membayar si penarik becak di depan gerbang apartemen kami, lantaran ia meminta tambahan tarif menjadi 20 rupee. Alasannya adalah  tempatnya berbeda, sesuai kesepakatan ia akan mengantar ke windsor park, tetapi kami mengarahkan ke cabana (dengan bahasa hindi tentunya, ia ngoceh tak karuan.. yang kami dengar jelas hanya kata-kata windsor park dan cabana). Weleh… weleh akhirnya kami mengalah dengan memberikan 20 rupee dengan satu permintaan khusus yaitu agar bisa dibolehkan mengambil foto bersama si penarik becak. Ternyata si penarik becak yang entah siapa namanya itu setuju dan senang sekali ketika diperlihatkan foto kami bersamanya. Narsis juga euy…

Cycle Rick Shaw

Incredible India… <halah…>🙂

4 pemikiran pada “Kenangan saat shopping di India

  1. ngapain ke india..????

  2. hmm, ternyata memang lebih indah indonesia yach…. indonesia ga kalah dech ma negara2 tetangga lainnya… meski banyak masalah juga…

  3. @Somavita
    Setuju….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s