Mencoba mandi di Restoran Hadramaut

Sesuai dengan judulnya, kok iseng banget ya mandi di restoran, emangnye di rumah gak bisa ya.. hehe…

Ups,.. mandi yang dimaksud di sini adalah sebuah makanan khas dari timur tengah, tepatnya yaman, Ejaan aslinya bernama “mandi lahm” yang artinya nasi kambing. Kalau “mandi dujaj”, itu artinya nasi ayam. ‘Mandi’ sendiri adalah cara memasak nasi dengan menggunakan rempah, kaldu, dan dioven bersamaan dengan kambing atau ayam di atas kayu bakar.

Ceritanya, tanpa direncanakan si boss mengajak makan siang di sebuah restoran yang cukup terkenal di bilangan casablanca, berhubung lokasinya agak jauh dari kantor saya menyarankan gimana kalau kita ke restoran hadramaut saja, sebuah restoran timur tengah yag belum pernah dikunjungi dan kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh, yaitu di daerah Jl. Tambak manggarai, Ok. deal, si boss setuju, kemudian cari-cari peserta siapa aja yang mau diajak plesiran kuliner, terkumpullah empat sekawan yang siap menyantap hidangan ala timur tengah.. yuppy…

Restoran hadramaut berlokasi di Jl. Tambak Raya No.16 A Menteng, Jakarta Pusat, restoran khas timur tengah ini sudah terkenal di Jakarta, yang mau melihat reviewnya silahkan klik ke sini.

Tepat pukul sebelas siang kita capcus ke lokasi, berhubung tidak direncanakan, si boss tidak membawa kendaraan kesayangannya, kami lalu naik taksi yang banyak berseliweran di depan kantor. Dalam dua puluh menit kita sudah tiba di lokasi dan tarif argo taksi pusaka menunjukkan Rp. 27.000., cukup murah bukan.

Gambar

Tampak depan restoran hadromaut

Masuk ke dalam, terlihat sekat-sekat sukuran dada orang dewasa, terlihat seperti cubicle di kantor, tidak terlihat kursi dan meja yang biasanya selalu ada dalam restoran. Ini berarti cara makannya yaitu duduk di lantai yang beralaskan karpet, dengan sandaran di pinggir sekat.

Gambar

Setelah masuk dan menempati tempat duduk yang telah disediakan, kemudian datanglah pramusaji dengan menawarkan menu yang tersedia, Cukup puas melihat seluruh daftar menu akhirnya kami menentukan pilihan sebagai berikut 1/4 mandi kambing, chicken curry dengan roti chane, dan sebagai penyegar sejumput es stroberi.

Lima belas menit berlalu, kemudian pramusaji menyiapkan plastik persegi, lalu dilebarkan persis di depan kami, semacam alas untuk menaruh hidangan. Berikutnya diletakkanlah mangkuk-mangkuk berisi kuah kaldu yang berwarna kuning, pada awalnya saya agak bingung, sempat terpikir kalau ini adalah (maaf) kobokan, karena biasanya kalau makan di rumah makan padang kan yang terlebih dahulu diantar adalah kobokan.. hehe..

Baru setelah teman yang lama tinggal di timur tengah menjelaskan bahwa air itu adalah kuah kaldu yang digunakan untuk merebus daging kambingnya, saya pun jadi mengerti maksudnya.

Gambar

Mandi kambing / mandi lahm

Sebagai penikmat kuliner yang bukan pakarnya, saya sedikit memberikan testimoni bagaimana rasa mandi tersebut. Daging kambingnya sangat lembut, tidak keras dan tidak tercium bau perengus sebagaimana masakan olahan daging kambing yang biasa saya makan. Akan tetapi nasi kuningnya (biryani) sedikit tercium bau yang khas, mungkin karena bumbu jinten. Nasinya tidak keras dan juga tidak bisa dibilang lembut, meski kami sudah menghabiskan porsi 1/4 di atas, rasanya perut belum terlalu kenyang dan masih bisa diisi dengan hidangan lainnya.

Lanjut ke hidangan kedua yaitu kari ayam dengan roti chane, roti chane yang ini ukurannya tebal dan tidak garing sebagaimana roti chane yang pernah saya makan sewaktu berada di India. Isi kari ayam adalah potongan-potongan kecil kentang, wortel, dan ayam, rasanya kalau menurut saya masih kurang pedas dibanding kari ayam buatan ibu. At least bila roti chanenya dicelupkan ke dalam kari, maka rasanya benar-benar istimewa… maknyuss..

Gambar

Kari ayam dan roti chane

Selesai makan, datanglah bill-nya, dengan sedikit terkesima melihat angka yang tertera dalam bill yang mencapai bilangan enam ratus ribu rupiah (untuk tiga menu saja termasuk 1/4 mandi kambing). hehe…

Apalagi kalau memesan full mandi kambing, terlihat dalam daftar menu harganya mencapai satu koma satu juta rupiah. Jadi bagi yang berniat makan disini harap menyiapkan dana yang cukup, karena restoran ini termasuk restoran premium untuk sebagian kalangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s