Wanita, tolong jangan bereksperimen

Judul artikel yang mencolok memang, mengapa sih menggunakan wanita sebagai objek dari tulisan ini.

Jujur, saya terinspirasi dari rekan saya yang kebetulan seorang wanita. Rekan saya menceritakan kisah tragisnya karena beberapa kali melakukan eksperimen. Eksperimen yang pada akhirnya hanya menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Tuturnya dia mengatakan bahwa dahulu sebelum dia banyak melakukan eksperimen ini… itu, dia tidak pernah merasakan penyesalan yang dalam seperti saat ini.

Huufs.. pastinya dari dua paragraf artikel ini, masih memberikan tanda tanya bukan perihal eksperimen apa sih yang rekan saya lakukan.

Jadi begini ceritanya: Dulu, sewaktu ia masih berstatus pelajar SMA, dia dianugerahi kecantikan dari illahi rabbi. Kulit wajah yang mulus, rambut panjang nan indah terurai, hingga body/bentuk badan yang proporsional. Menginjak awal masa kuliah, karena ajakan teman-teman kuliahnya di kampus, mulailah ia mengenal yang namanya perawatan tubuh, mulai dari facial, treatment dan sebagainya ia lakoni hingga tak luput pemasangan kawat gigi supaya tidak ketinggalan tren. Wajahnya yang memang sudah cantik semakin terlihat cantik berkat berbagai perawatan yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit, untungnya orang tuanya di Jakarta sanggup membiayai semua hobbi barunya itu.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisi keuangan saat ini yang sudah berbeda, membuatnya menghentikan kebiasaan treatment yang cukup menguras kantong itu. Alhasil wajah yang tadinya ayu nan rupawan mulai timbul bintik-bintik bekas jerawat yang cukup mengganggu penampilan. Untuk kembali ke kondisi semula tentunya tidak mudah, dia harus kembali memulai treatment-treatment yang akan memakan biaya yang lebih besar lagi.

So, sebelum akhirnya menyesal kemudian. Semestinya para wanita lebih berhati-hati dalam memilih treatment untuk kecantikan wajahnya.

Bagi saya pribadi, kecantikan pribadi (inner beauty) lebih penting dibanding kecantikan fisik, apalah artinya bila cantiknya wajah tidak diimbangi dengan kecantikan hati. Wanita yang baik hatinya bisa menjadi penyejuk hati di kala hati sedang syahdu, membisu meratapi nasib yang tak menentu. :-p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s