Ganti busi sendiri bajaj pulsar 200

Bakda sahur untuk mengisi waktu supaya tidak tertidur, coba dimanfaatkan untuk mengecek kondisi mesin motor kesayangan (si hitam bajaj pulsar 200) supaya motor selalu dalam kondisi terbaik setiap hari. Cek sana-sini apa ada kebocoran mesin dan sebagainya. Dari hasil pengecekan ternyata ada beberapa hal yang saya temukan, yaitu:

1. Intake manifold rembes oli

IMG_20130717_042230

Intake manifold rembes

Diagnosa saya kalau rembesan oli di intake manifold mungkin disebabkan kebocoran dari sil klep masuk. Kebocorannya belum besar jika dilihat dari knalpot yang belum mengeluarkan asap putih. Rencana mau servis besar nanti jika kilometernya sudah mencapai 80.000 an, kalau sekarang baru 77.200 km. Soalnya dana untuk saat ini belum mencukupi, dan mengingat biaya untuk servis besar yang tidak sedikit.

2. Bak kopling juga terdapat rembesan oli

Lalu untuk kebocoran pada bak kopling sebelah kanan, kemungkinan karena pemasangan gasket yang tidak rapih pada saat penggantian kampas kopling sebulan yang lalu. Untuk lebih meyakinkan sementara saya bersihkan dulu dengan WD-40 bekas-bekas olinya, bila setelah beberapa hari muncul kembali rembesan oli perlu untuk segera dibawa ke bengkel terdekat untuk dilakukan penggantian gasket kembali.

3. Elektroda busi termakan

busi

busi pulsar 200

Coba buka busi sebelah kiri terlihat bagian atas ulir kotor, terdapat jelaga yang cukup tebal, bagian elektroda tengah cukup bagus, tetapi elektroda yang pinggir terlihat termakan. Kalau dilihat dari warna kepala busi sepertinya setelan karburatornya belum benar, masih sedikit boros. Kalau yang setelan karburatornya tepat seharusnya busi berwarna merah bata.

Melihat kondisi busi seperti di atas, untungnya saya menyimpan stok busi pulsar 200. Saya membelinya dari toko online indipart, oia busi pulsar 200 ini harganya murah loh, untuk yang merk Bosch R6 long thread harganya cuma Rp. 9.000.

Busi (LONG THREAD).htm_20130717073009

Busi standar pulsar 200 (Bosch R6)

Setelah dilakukan penggantian busi, saya merasakan pulsar saya jadi rensonsif lagi, sebelumnya mesin selalu nyendat di rpm bawah, dan untuk saat ini sudah tidak dirasakan lagi. Saran saya lakukanlah penggantian busi setiap 10.000 km, berhubung busi standar pulsar yang harganya cukup murah tentunya bukan merupakan alasan untuk telat ganti busi.

Next time mau coba pakai busi iridium, mau lihat perbedaannya dengan busi standar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s