Galau pengen motor lagi

Disaat musim hujan banjir ini, baru kepikiran pentingnya memiliki motor yang punya ground clearance tinggi dan aman dari banjir. Banjir di jabotabek sepekan terakhir telah menghambat mobilitas sehari-hari. Tunggangan matik Vario 125 FI saya tidak siap nih menghadapi banjir, karena tidak didesain untuk menerobos banjir, kecuali sebatas genangan air kecil. Faktanya sebagian besar matik yang dijual di sini rata-rata ground clearance-nya rendah, bahkan saat melewati polisi tidur saja sering mentok alias gasruk.

Banjir yang terjadi di jakarta rata-rata kedalamannya lebih dari 40 cm, sementara batas aman melewati banjir untuk Vario 125 FI kurang lebih cuma 26 cm, jika lewat dari itu sudah bisa dipastikan air akan masuk melalui air filter/filter udara dan bisa menyebabkan mesin mogok. Jarak tinggi corong air filter Vario 125 FI memang menurut saya terlalu rendah, yang bahkan lebih rendah dibanding Honda Beat Karburator dan Vario Techno 110  Karburator (50 cm). Artinya adalah  Honda Beat Karburator dan Vario Techno 110  Karburator lebih tahan banjir dibanding Vario 125 FI (sumber).

20120813_boreupvario_1

Batas aman melewati banjir Vario 125 FI (otomotifnet.com)

Berhubung pulsar 200 yang setia menemani sepanjang tiga tahun belakangan ini sudah berganti pemilik, dan untuk menunjang mobilitas sehari-hari, rasanya saya kepengen nambah motor lagi nih, sebagai pengganti pulsar 200. Selama ini pulsar 200 saya terbilang tangguh, sanggup menerobos banjir hingga kedalaman 50 cm dengan mudah. Kedalaman yang sangat ditakuti para penunggang bebek dan matik pada umumnya.

Ibarat kalau sudah punya motor mobil sedan, pengen punya SUV (Sport Uitility Vehicle), begitu juga dengan saya, sudah punya matik lalu pengen juga punya motor sport. Mengingat jika saya sudah kepengen sesuatu harus segera diwujudkan, dan berhubung si istri sudah setuju saya nambah motor lagi, walaupun ada syaratnya, istri kepengen Vario 125 FI dialihkan ke dia, WTF.  hehe..

Dimulailah kegalauan dalam menentukan motor apa yang layak untuk dipilih, dan untuk itu saya perlu membuat kualifikasi/kriteria untuk motor sport tersebut, yaitu:

1.  Motor sport masuk segmen menengah dengan kapasitas diatas 150 cc 2.  Motor sport naked/telanjang/tanpa fairing 3.  Tampilan motor sangar 4. Kaki-kaki/ban/pelek lebar 5. Teknologi mesin canggih dan tetap irit 6. Tenaga mesin dan torsi besar, yang cocok untuk stop and go di perkotaan 7. Weather shield, dapat digunakan di segala cuaca, mau panas, hujan, dan banjir sekalipun 8. Harga dibawah 30 juta

Berdasar kriteria di atas ada beberapa motor yang masuk nominasi, yaitu:

1. Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS

Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS (dapurpacu.com)

Spesifikasi singkat:

Kapasitas mesin 200 cc, Triple Spark DTS-I Ignition, Carburator, Power 23,1 Ps, Transmisi 6 speed, Rangka Perimeter, Dual disc brake (depan-belakang), Harga OTR Jakarta Rp. 23, 3 Jt

2. Honda Verza 150

Honda Verza 150 (dapurpacu.com)

Spesifikasi singkat: Kapasitas mesin 150 cc, PGM-FI Injection, Power 13.2 PS, Transmisi 5 speed, Rangka Diamond Steel, Single disc brake, Harga Verza 150 CW OTR Jakarta Rp. 16.9 Jt

3. Honda CB150R

Honda CB150R (semisena.com)

Spesifikasi singkat: Kapasitas mesin 150 cc, PGM-FI Injection, Power 17.0 PS, Transmisi 6 speed, Rangka Diamond Steel (Truss Frame) New Innovative Trellis Frame, Dual Disc Brake (depan-belakang), Harga OTR Jakarta Rp. 23,4 Jt

4. Yamaha New Vixion

new vixion

Yamaha New Vixion

Spesifikasi singkat:

Kapasitas mesin 150 cc, YMJET-FI Injection, Power 16,59 PS, Transmisi 5 speed, Rangka Pressed Back Bone (Delta Box), Dual Disc Brake (depan-belakang), Harga OTR Jakarta Rp. 22,6 Jt (W/ Kick Starter).

Jadi bingung kan pilih yang mana, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS menurut saya sangat worth it to buy dengan spesifikasi mesin dan power yang lebih besar dibanding kompetitor dan  harga yang sangat kompetitif. Hanya saja motor ini terdapat kekurangan pada produsennya yaitu made by Bajaj Auto Limited, yang notabene bukan buatan Jepang dan masyarakat selama ini meragukan ketersediaan spare part seperti yang terjadi pada varian bajaj sebelumnya yang dijual di Indonesia.

Ayo pilih yang mana, kayaknya perlu istikhoroh dulu nih saking bingungnya.. wkwkwkwk…

3 pemikiran pada “Galau pengen motor lagi

  1. Ping balik: Akankah Honda CB190R menjadi penerus Honda Tiger | .: Kholid’s own blogs “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s