Festival Kuliner Bekasi – surganya penikmat kuliner

Sabtu itu seharian penuh kami berkeliling, semenjak subuh kami sudah berada di rumah orang tua untuk merayakan hari raya idul adha, lalu lanjut berwisata ke Taman Buah Mekar Sari di Cileungsi. Setelah puas melihat-lihat kebun buah dan memborong beberapa bibit tanaman buah sebagai soevenir lalu kami beranjak pulang, liputan mengenai wisata ke kebun buah baiknya nanti akan dibuat satu artikel tersendiri. Kami berangkat lewat tol jagorawi dan keluar exit tol cibubur lalu lurus arah jonggol, cileungsi, pulangnya kita ambil akses jalan yang berbeda, yaitu lewat jalan raya narogong bekasi, yang tembus hingga ke kota Bekasi guna menghindari jalan tol yang saya nilai terlalu berbahaya untuk dilewati.

Jam 4.30 mampir dulu ke Islamic Center Bekasi, untuk melaksanakan kewajiban sholat ashar dan menyegarkan badan, setelah  menyetir mobil kurang lebih dua jam.

Saat itu hari sudah sore dan perut sudah mulai meronta-ronta tanda kelaparan, terpikir untuk mampir ke Mall Summarecon Bekasi, karena di Mall Summarecon terdapat pusat kuliner yang ajib-ajib menunya.

Skip, lalu perjalanan dilanjutkan, untuk menuju mall summarecon ada dua akses, yaitu lewat stasiun bekasi atau lewat jalan baru yaitu fly over KH Nur Ali. Saya memilih untuk melewati fly over saja karena sudah bisa dipastikan aksesnya lebih cepat dan lancar.

Lewat fly over lalu ternyata untuk menuju mall summarecon kita dipermudah aksesnya melalui under pass yang tembus langsung ke parkiran mobil Mall Summarecon, mantap juga ya developer summarecon ini, terlihat sangat memanjakan siapa saja yang ingin bersenang-senang di mallnya. Dengan akses underpass tersebut kita tidak perlu memutari mall terlebih dahulu.

Saat masuk ke tempat parkir, mata saya terbelalak takjub, ternyata sedang ada event Festival Kuliner Bekasi yang diselenggarakan dari tanggal 26 September s/d 19 Oktober 2014, wah sudah lama juga ya dibukanya, berarti saya kudet nih (kurang update.. ckckck).

Nuansa pusat kuliner kali ini mengambil tema Kampung Wong Kito, yaitu nuansa adat palembang. Bukan berarti semua menu makanan dan minuman yang ada dalam event ini adalah khas palembang semua, terdapat juga menu-menu nusantara lainnya, hanya tema dekorasi dan nuansanya yang seperti berada di Palembang, lengkap dengan jembatan amperanya.

Jpeg

Kalau mau makan disini kita harus beli dahulu semacam kartu elektronik yang telah diisi saldo sesuai dengan keinginan kita, jadi saat kita menuju gerai makanan-minuman yang ingin kita beli kita cukup menyerahkan kartu tersebut dan gerai akan memotong pulsa yang terdapat dalam kartu sesuai harga menu makanannya.

Sistem kerja seperti ini saya acungi jempol, karena pembayaran akan terpusat di kasir utama dan tidak ada antrian pembayaran di masing-masing gerai.

Jpeg
Setelah berkeliling melihat menu apa saja yang terdapat di event ini, pilihan saya jatuh pada nasi goreng kambing kebon sirih seharga RP. 33.000 per porsi, eit belum termasuk minum ya, minumnya karena langsung dari pihak sponsor maka harga teh pucuk cuma Rp.5000 saja.


Jpeg

Maknyus ya, event ini memang wajib dikunjungi apalagi bagi yang bertempat tinggat sekitar bekasi, suasananya ajib, fasilitasnya apik, pokoknya keren lah.. hihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s